Laman

Kamis, 07 April 2011

LAPORAN LABA-RUGI DAN LAPORAN PERUBAHAN MODAL

LAPORAN LABA – RUGI

A.     ARTI DAN ISI LAPORAN LABA – RUGI
                  Laporan Laba – Rugi (Income Statement/Operating Statement/Profit and Lost Statement) adalah suatu daftar yang berisikan ringkasan hasil – hasil dan biaya – biaya suatu perusahaan serta pengaruh nya terhadap modal perusahaan dalam periode tertentu.
Tujuan dari penyusunan Laporan Laba Rugi inilah untuk mengukur kemajuan atau perkembangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Bagi perusahaan jasa yang digunakan  sebagai alat pengukur perkembangan adalah berupa penghasilan dari penjualan jasa – jasa dan biaya – biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan usahanya.
                  Isi laporan Laba – Rugi terdiri dari dua bagian, yaitu keseluruhan pendapatan dan biaya perusahaan.dengan demikian maka susunan laporan laba – rugi secara garis besar terdiri dari dua kelompok besar, yaitu :
1.      Pendapatan / Penghasilan(Revenue), adalah suatu penambahan kotor terhadap modalsebagai akibat dari penjualan barang dan jasa kepada langganan, menyewakan hak milik, meminjamkan uang atau kegiatan lain perusahaan yang ditujukan untuk mendapatkan penghasilan.
2.      Beban/Biaya(Expense), adalah pengeluaran perusahaan berupa pengorbanan ekonomis yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan oleh perusahaan dalam rangka memperoleh pendapatan/penghasilan dalam suatu periode. Biaya – biaya pada perusahaan jasa antara lain adalah :
-         Gaji dan Upah                    -    Biaya Air Bersih                                                     
-         Biaya Perlengkapan            -    Biaya Telepon
-         Biaya Sewa                        -    Pajak
-         Biaya Penyusunan               -    Retribusi
-         Biaya Asuransi                    -    Biaya Rupa - rupa
-         Biaya Listrik
            Penghasilan perusahaan secara keseluruhan dikurangi dengan biaya – biaya yang dikeluarkan termasuk pajak yang bukan pajak penghasilan disebut sebagai “Laba Bersih Sebelum Pajak Penghasilan”. Jika Laba bersih Sebelum Pajak Penghasilan tersebut yang juga dalam perpajakan disebut sebagai “Laba Kena Pajak” dikurangi Pajak Penghasilan, maka disebut sebagai Laba bersih.
            Pada pola penyusunan Laporan Rugi Laba terdapat perbedaan pendapat para pemakai dalam cara penyajiannya. Pola penyusunan nya dapat dilakukan dalam 2 pola sebagai berikut :
1)      Pola Laporan Laba-Rugi dengan Penyajian Aktivitas Utama (Current Operating Performance Income Statement)
Pada pola ini laporan hanya menyajikan kegiatan utama/normal perusahaan, sedangkan kejadian yang sifatnya luarbiasa (extraordinary items) dan penyesuaian periode yang lalu (prior period adjustment) akan dilaporkan pada laporan modal atau Laporan Saldo Laba Tidak Dibagi.
2)      Pola Laporan Laba – Rugi Menyeluruh (All Inclusive Income Statement)
Pada pola ini, Laporan Rugi – Laba disajikan dengan memasukkan kejadian yang sifatnya luar biasa (extraordinary items) setelah penyajian kegiatan uatama perusahaan.
Bentuk yang kedua pada kenyataannya lebih sering dipakai karena lebih dapat memberikan gambaran kegiatan perusahaan secara menyeluruh.

B.     BENTUK LAPORAN LABA – RUGI
                  Seperti halnya neraca, maka bentuk laporan Laba-Rugi juga dapat menggunakan bentuk T maupun bentuk Laporan. Sedangkan penyusunan Laporan Rugi Laba dapat dilaksanakan dengan 2 metode :
1)      Metode “Satu Tahap” (Single step), yaitu penyajian Laporan Rugi Laba yang dilakukan dengan cara pengelompokan hasil – hasil dari aktivitas/ kegiatan utama dan bukan hasil utama secara langsung disatukan dan selanjutnya diikuti di bawahnya dilaporkan biaya – biaya serta kerugian – kerugiannya.
2)      Metode “Bertahapan” atau “Terperinci” (Multiple Step), yaitu penyajian laporan keuangan dengan cara melakukan pengelompokan secara terperinci dan bertahap, baik untuk hasil – hasil maupun biaya – biaya.  
LAPORAN PERUBAHAN MODAL

A.     ARTI DAN ISI LAPORAN PERUBAHAN MODAL
                  Laporan perubahan modal adalah ikhtisah tentang perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama jangka waktu tertentu. Laporan perubahan modal ini merupakan suatau pelengkap penyajian Laporan Keuangan. Secara garis besarnya, isi Laporan Perubahan Modal terdiri atas Modal Awal, Kenaikan Modal karena adanya Laba atau pengurangan modal karena adanya Rugi, dan ditutup dengan timbulnya modal akhir.
 
B.     BENTUK LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Rumus : (jika saldo Laba)
Modal Akhir         =          Modal Awal + (Laba bersih - Prive)
Rumus : (jika saldo Rugi)
Modal Akhir         =          Modal Awal – (Rugi bersih + Prive)
(PERUSAHAAN PERSEORANGAN DAN PERSEKUTUAN)

                  Pada perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas, perubahan modal perusahaan ditunjukkan di dalam Penyajian Laporan Laba / Tidak Dibagi(Retained Earnings. Dalam Laporan ini pertama – tama di awali dengan penyajian Saldo Laba Tidak dibagi pada periode sebelumnya. Kemudian dikurangi dengan rugi atau ditambah Laba sesuai dengan yang diperoleh berdasarkan Laporan Laba Rugi. Selanjutnya juga dikurangi oleh Dividen yang dibagikan jika perusahaan yang bersangkutan memperoleh Laba.
Rumus : (jika saldo Laba)
Laba Tidak Dibagi (akhir) = Laba Tidak dibagi (Awal) + (Laba Bersih 1bulan + Dividen yg diumumkan)

Rumus : (jika saldo Rugi)
Laba Tidak Dibagi (akhir) = Laba Tidak Dibagi (Awal) + Rugi bersih 1bulan

3 komentar:

  1. Makasih sob materi neraca'a :D
    Kunjungin blog saya ya di
    http://ikubarunovryan.blogspot.com/2013/01/laporan-keuangan-dalam-akuntansi.html
    makasih sob kita tukeran ilmu ekonomi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ko ni soal ya cara jawab ya ke mana ryano

      Dr. Nicole membuka "Praktek Nicole" dan telah berpraktik sebagai kardiolog selama tiga tahun.
      Berikut adalah neraca saldo "Praktek Nicole" per 30 November 2013
      Nama Akun Saldo
      Kas 55.650.900
      Piutang Usaha 27.650.400
      Wesel Tagih 13.000.000
      Perlengkapan kantor 4.658.500
      Asuransi Dibayar dimuka 3.360.000
      Peralatan 43.300.000
      Akumulasi Penyusutan Peralatan 11.500.700
      Gedung 146.500.000
      Akumulasi Penyusutan Gedung 19.580.800
      Hutang Usaha 32.780.700
      Wesel Bayar 15.000.000
      Hutang Bank 75.500.000
      Modal ???
      Penarikan Pribadi 4.580.600
      Pendapatan Jasa 84.513.800
      Pendapatan Sewa 24.800.000
      Beban Gaji 17.800.900
      Beban Utilitas 3.575.800
      Beban Iklan 8.400.000
      Beban Bunga 690.900

      Selama bulan Desember 2010, Nicole melakukan transaksi-transaksi berikut ini:

      1 Des Membeli peralatan praktik Rp. 5.585.500,- dan dibayar dengan wesel bayar
      2 Des Diterima pembayaran utang dari pasien Rp. 4.857.500,-
      5 Des Membeli film rontgen dan perlengkapan kantor lainnya dengan kas Rp. 4.500.000,-
      6 Des Diterima kas atas jasa pemeriksaan kesehatan sebesar Rp. 1.387.500,-
      7 Des Dibayar kas untuk analisis laboratorium Rp. 8.695.700,-
      9 Des Membayar biaya service peralatan sebesar Rp. 768.000,- dengan kas
      10 Des Difakturkan untuk ditagih jasa pemeriksaan kesehatan kepada pasien sebesar Rp. 8.367.000,-
      12 Des Dibayar kas untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 1.365.000,-
      14 Des Dibayar beban entertainment sebesar Rp. 259.000,- dengan kas
      16 Des Menerima kas untuk jasa pemeriksaan sebesar Rp. 1.100.000,-
      18 Des Dibayar beban utilitas untuk bulan desember Rp. 838.500
      19 Des Dibayar hutang bank sebesar 13.000.000,- dengan kas
      21 Des Membayar hutang usaha sebesar Rp. 11.780.500,-
      22 Des Dikembalikan sebagian perlengkapan kantor yang dibeli tanggal 5 karena rusak dan
      diterima kembali uang sebesar Rp. 1.465.000,-
      24 Des Nicole menginvestasikan tambahan kas sebesar Rp. 10.000.000 ,-
      25 Des Dibayar beban rupa-rupa sebesar Rp. 656.000,-
      27 Des Dibeli tanah seharga Rp. 58.000.000,- yang dibayar dengan kas sebesar Rp. 14.000.000,-,
      Rp. 15.000.000,- dibayar dengan wesel bayar, dan sisanya melalui pinjaman bank
      29 Des Menerima pembayaran hutang dari klien sebesar Rp. 17.732.000,-
      29 Des Memberikan jasa kepada seorang pasien dan menerima kas sebesar Rp. 5.250.000,-
      30 Des Ditagih jasa pemeriksaan kesehatan kepada pasien yang telah dilakukan selama bulan
      desember sebesar Rp. 17.689.000,-
      31 Des Membayar gaji recepsionis sebesar Rp. 3.800.000,-

      Diminta:

      1 Tentukan saldo akhir modal untuk periode 31 Desember 2013!
      2 Buatlah Persamaan Dasar Akuntansi dari Transaksi selama bulan Desember 2013!
      3 Catatlah Setiap Transaksi ke dalam jurnal umum bentuk dua lajur !
      4 Posting setiap perkiraan ke dalam dokumen buku besar !
      5 Susunlah Neraca Saldo per 30 September 2013 berdasarkan saldo pada dokumen buku besar !
      6 Susunlah laporan laba rugi, laporan perubahan modal & Laporan Neraca tanggal 31 Desember 2013 !

      bantu aku ngerjain in ya lah please friend ???

      Hapus